Tuesday, August 24, 2010

Perlukah kacak?


Currently i am addicted to a certain internet games. No, not farmville... apa la korang nih... besides enhanced my creative thinking (ntah apa kena mengenanya) i like it so much coz while playing we could have a chat with our partner, albeit we do not know him or her.

Of all the games partner, there is one man that i like talking to, even tho he beat me in all 3 matches.

He said he is working on a novel, gave me an outlined, it sounds interesting. He described the hero and that was when my curiosity grew.

Me: Kenapa hero kena hensem? Perlukah?
Him: Sbb pembaca wanita tidak akan baca kalau heronya x kacak n unmenawan. apala lu

Banyak benda saya nak cakap. But then, dalam banyak2 benda yang orang cakap pada saya pada masa lalu, one thing that etched in my heart is, "u ni kalau melawan dapat gred A++". (I hate u man!!!)

So I didnt say anything, until he asked me something else

Him: Hobi cik ini apa ya?
Me : Saya sangat suka membaca
Him: Buku apa yang cik sedang baca sekarang?
Me : The Last Man Standing, David Baldacci, hero dia x hensem pun.
Him: Saya ada lihat buku itu di perpustakaan, tapi belum baca lagi.
Me : (saya menahan diri dari menjawab dan fokus pada games)
Him: Tapi itu buku thriller. Nanti kalau saya sudah famous dan buku sudah laris barulah boleh buat buku yg heronya hodoh, pasti orang akan beli juga.

Saya tidak melawan. Saya sangat sukakan dia dan berharap novelnya akan berjaya.

But then i keep thinking, perlu ke kacak?

p/s anak2 murid saya nampak kacak di mata saya sebab saya sayangkan mereka as d Russian proverb goes, "we dont love ppl because they r beautifulPeople look beautiful to us because we love them"

2 comments:

Izan Hasrin said...

Beauty lies in the eye of the beholder. Kalau hati sudah suka, semua indah saja... andak! hehe :)

Anonymous said...

ye tu puan...