Friday, October 03, 2014

playing victims part 3

Initially we had discussed, set up d date.
Once d date come..

Being bitter.
Blamed me for being pushy.

Started ngan benda lain, merebak ke hal lain.
Bagai anak kecil yang tidak dipenuhi kemahuannya.
Minta begitu n begini.

Sentap berterusan.
Berharap permintaan akan dilayan, mungkin.

Yang pertama saya beritahu jangan rosakkan persahabatan dengan cara begini.
Yang kedua, saya katakan, let me do it for u.

Mula kenal dulu saya perhati, lenggok bicara, kerling mata bahasa badan.
Saya mendengar tutur kata dengan A sewaktu di depan, sama tak bila A di belakang,
Saya mencatat dalam ingatan, dia ini begitu, layanannya begini.
Harus bagaimana?


Beritahulah, kalau ada masalah, kata seorang yang lain.

Tak ada.
Semua ok.
Saya kata padanya.

Sebab masalah sebesar gunung pun takkan selesai kalau saya lari.
I m here to stay, I hope they know by now.

Lagipun, hidup ni pendek sangat.
Nak kata sindir menyindir, umpat mengumpat atau finger pointing.

Esok sudahnya, kain putih 6 ke 7 meter tu juga yang kita bawak ke sana.
Pangkat, kuasa dan nama semua pun bukan dapat membantu sewaktu menjawab soalan Mungkar dan Nankir.

By now yang kedua, sudah habis rajuknya,
Yang pertama? Entah.

Ustaz kata hati itu milik Allah.
Jadi hanya kepadaNyalah saya memohon.


No comments: